Langkah 6 : Mengetahui Adab-Adab Dalam Memanah

Adab-adab  memanah  sangat  membantu  proses belajar  seorang pemanah  pemula. Hal  ini dilaksanakan demi  mewujudkan pemanah yang  mahir,   beradab,   dan   berakhlak   sebagai   tujuan   akhir   seni memanah. Berikut adalah rangkuman adab-adab memanah:

  1. Mempersiapkan diri untuk belajar dan memposisikan diri sebagai pelajar.
  2. Mengutamakan sikap rendah hati,  mendengar  dengan seksama, dan patuh.
  3. Memperhatikan dan meresapi dasar-dasar seni  memanah dan pengetahuan penting lainnya.
  4. Menguasai dasar-dasar seni  memanah  dengan  menyeluruh melalui pelatihan yang disiplin dan teratur.
  5. Bertekad kuat  untuk  mampu  menarik busur dengan sempurna dan mencapai ketepatan di jarak yang jauh.
  6. Bertekad untuk  menguasai cara  menarik  busur  hingga  anggota tubuhnya  kuat  untuk  mampu    Sehingga  tidak menyalahi berbagai  kaidah dasar seni  memanah.
  7. Meraih kebijaksanaan  dengan  berlatih  secara sabar,  tekun,  dan gigih.
  8. Berlatih dengan   keras,  dalam  jumlah  yang  banyak dan secara teratur.
  9. Tidak meniru-niru   seorang   ahli   panahan   tanpa   memiliki pengetahuan  dasar seni    Karena  dengan  demikian  ia secara tidak sadar telah  menyalahi kaidah dasar tersebut.
  10. Tidak boleh  berbangga   diri,  merendahkan   dan  memancing-mancing jika ia mengungguli orang lain.
  11. Bersikap santun, perbanyakberdiam diriserta  berprilaku baik jika ia mengungguli orang lain.
  12. Tidak mencela diri sendiri, busur, anak panah, rekan, guru, atau siapapun atas segala kegagalan dalam memanah. Melainkan  ia harus mencari tahu sumber kesalahannya dan berusaha memperbaikinya.
  13. Memahami syari’at   Islam  tentang  perlombaan,   bertaruh   dan memanah  yang shahih  sehingga  ia  dapat  membedakan  mana yang halal dan mana yang haram.
  14. Memahami aturan dan regulasi berbagai perlombaan memanah yangumum diselenggarakan.

 

Memiliki kemauan untuk selalu menuntut ilmu dan belajar meskipun sudah   berusia   tua.   Karena   para   ahli   panahan   berkata   bahwa berapapun banyaknya pengetahuan tentang memanah yang dikuasai seseorang dan berapapun panjang usianya,  ia tidak akan pernah menguasai seluruh pengetahuan seni memanah dengan sempurna.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja