Adab-adab memanah sangat membantu proses belajar seorang pemanah pemula. Hal ini dilaksanakan demi mewujudkan pemanah yang mahir, beradab, dan berakhlak sebagai tujuan akhir seni memanah. Berikut adalah rangkuman adab-adab memanah:
- Mempersiapkan diri untuk belajar dan memposisikan diri sebagai pelajar.
- Mengutamakan sikap rendah hati, mendengar dengan seksama, dan patuh.
- Memperhatikan dan meresapi dasar-dasar seni memanah dan pengetahuan penting lainnya.
- Menguasai dasar-dasar seni memanah dengan menyeluruh melalui pelatihan yang disiplin dan teratur.
- Bertekad kuat untuk mampu menarik busur dengan sempurna dan mencapai ketepatan di jarak yang jauh.
- Bertekad untuk menguasai cara menarik busur hingga anggota tubuhnya kuat untuk mampu Sehingga tidak menyalahi berbagai kaidah dasar seni memanah.
- Meraih kebijaksanaan dengan berlatih secara sabar, tekun, dan gigih.
- Berlatih dengan keras, dalam jumlah yang banyak dan secara teratur.
- Tidak meniru-niru seorang ahli panahan tanpa memiliki pengetahuan dasar seni Karena dengan demikian ia secara tidak sadar telah menyalahi kaidah dasar tersebut.
- Tidak boleh berbangga diri, merendahkan dan memancing-mancing jika ia mengungguli orang lain.
- Bersikap santun, perbanyakberdiam diriserta berprilaku baik jika ia mengungguli orang lain.
- Tidak mencela diri sendiri, busur, anak panah, rekan, guru, atau siapapun atas segala kegagalan dalam memanah. Melainkan ia harus mencari tahu sumber kesalahannya dan berusaha memperbaikinya.
- Memahami syari’at Islam tentang perlombaan, bertaruh dan memanah yang shahih sehingga ia dapat membedakan mana yang halal dan mana yang haram.
- Memahami aturan dan regulasi berbagai perlombaan memanah yangumum diselenggarakan.
Memiliki kemauan untuk selalu menuntut ilmu dan belajar meskipun sudah berusia tua. Karena para ahli panahan berkata bahwa berapapun banyaknya pengetahuan tentang memanah yang dikuasai seseorang dan berapapun panjang usianya, ia tidak akan pernah menguasai seluruh pengetahuan seni memanah dengan sempurna.
